Saat kamu belajar bahasa Inggris terutama saat belajar grammar, kamu akan menjumpai conditional sentencesConditional sentence adalah kalimat pengandaian. Kalimat ini bisa digunakan untuk menggambarkan pengandaian suatu peristiwa di masa lalu (past), masa sekarang (present), dan di masa depan (future). Conditional sentence ini dipakai saat ingin menggambarkan situasi yang mungkin saja terjadi atau tidak terjadi sama sekali. Contoh conditional sentence itu seperti ini “If I had a car, I would pick you up every day.”

Banyak orang yang kebingungan dalam memahami conditional sentence. Berikut ini 5 langkah dan cara mudah mempelajari conditional sentences yang dapat membantu kamu dalam meningkatkan score TOEFL.

Perhatikan kata “If” dan “Would

Setiap conditional sentences selalu menggunakan kata “If‘”. Tapi tidak semuanya menggunakan kata “Would”. Bahkan di situasi tertentu kata yang digunakan bisa juga jadi “Will”. Kalau kamu melihat atau mendengar kalimat yang menggunakan kata “If” dan “Would” bisa dipastikan kalimat itu adalah conditional sentence.

Pecah jadi dua klausa

Kalau kamu sudah menemukan conditional sentence, kamu akan lebih mudah memahaminya jika kamu memecah kalimat itu jadi dua bagian. Contoh dari kalimat conditional sentence di atas. “If I had a car, I would pick you up every day”.

Pecah jadi dua kalimat yaitu kalimat “If I had a car”  dan “I would pick you up every day”. Kalimat pertama adalah kalimat conditional yang merupakan kalimat inti. Sedangkan kalimat kedua adalah kalimat hasil yang terjadi ketika kalimat conditional sudah terbentuk. Umumnya dalam TOEFL, soal-soal yang berkaitan dengan conditional sentence akan sering ditemui sehingga dengan memahami materi ini akan menjadi cara meningkatkan score toefl Anda.

Ketahui tipe-tipe conditional sentences

Tipe 1 adalah kalimat pengandaian yang besar kemungkinannya terjadi. Biasanya kedua klausa dibuat dalam bentuk present tense dan kata Would diganti Will. Contoh: If I speak English every day, I will have speaking skill like native.

Tipe 2 digunakan untuk menggambarkan situasi yang tidak mungkin terjadi atau tidak mungkin kamu lakukan. Biasanya kata kerja (verb) dalam If clause berbentuk past tense, sedangkan verb dalam Would clause berbentuk present tense. Contoh: If I were you, I would not take his promise for granted.

Tipe 3 dipakai untuk menggambarkan situasi di masa lalu yang sudah terjadi dan tidak mungkin bisa diubah kembali. Conditional sentence tipe 3 ini dipakai untuk mengekspresikan penyesalan. Biasanya verb If clause dibuat dalam bentuk past perfect tense sedangkan verb Would clause dibuat dalam present perfect tense. Contoh: If she had gone to university, she would have been a doctor.

Belajar conditional sentences secara otodidak tidak susah. Kamu hanya perlu banyak latihan supaya terbiasa dan bisa langsung mengenali tipe-tipenya. Kamu juga bisa belajar bahasa Inggris conditional sentence dengan cara mengubah susunan kalimat misalnya Would clause diletakkan di depan. Nantinya Anda akan terbiasa dalam penggunaanya sehari-hari dan tentunya akan menjadi cara untuk meningkatkan score toefl Anda.